Sabtu, 30 November 2019

INDAHNYA BERBAGI

Sifat egoisme... Akan menghambat indahnya hidup kebersamaan dalam ukhuwah...
Hidup kebersamaan dalam ukhuwah bisa tercipta tidak hanya dengan kata² tapi harus disertai dengan tindakan nyata ..
Kebersamaan dalam ukhuwah akan terbentuk bila ada pemahaman yang kuat dan benar dalam mengartikan indahnya berbagi....
Kebersamaan dalam ukhuwah tergambar dalam jasad manusia sempurna.diantara sekmen yang ada terlihat jelas bagaimana ujud kebersamaan yang sarat makna... Yang bisa dijadikan ibroh bagi ummat manusia untuk mencapai hidup yang mulia....
Rukunnya anggota badan dalam menjalani hidup ini sungguh indah....mari kita renungkan tangan kiri yang keperang tangan kanan sibuk mengelus mengelap....mulut ikut menangis teriak....mata penuh air keperihan dan kesedihan....kaki bingung kesana kemari tuk mencari obat dan bantuan....seluruh kulit dan daging ikut panas dan tak bisa tidur..
Itulah bentuk dan ujud kebersamaan yang  terealisasi dalam tindakan nyata bukan sekedar dalam tiori dan pemahaman...demikian islam seharusnya benar² jadi rahmatan lil 'alamiin bila tiori konsep islam bisa terwujud dalam tindakan nyata...
Seperti halnya ektremnya sabda Rosululloh meski rukun islam cukup 5 syahadah,shalat, zakat, puasa dan haji.... Tapi bila kamu bisa tidur nyenyak tetapi ada tetanggamu yang menangis dan tidak bisa tidur karena kelaparan ( lapar lahir maupun batin ) maka kita belum dikatakan ISLAM begitu juga kita belum dikatakan islam bila ada tetangga kita tersakiti karena ucapan dan tindakan tangan kita.....masya-Alloh indahnya islam.
Sifat Egois bisa ada dalam pria maupun wanita...
Lantas apakah kita termasuk orang yang bersifat egois...?mari kita berkaca pada cermin hatinurani kita...

Selasa, 23 Juli 2019

ING NGARSO SUNG TULODHO

Tak banyak bicara dalam nasehatnya...
Tak banyak kata terucap dalam kesahnya...
Tak pernah ada tangan dan kaki dalam marahnya
Hanya memperbanyak karya dan Do'a dalam menjalani hidupnya....
Subhanalloh sungguh indah keteladanan yang telah diberikan pada keluarganya...
Anak-anaknya takdzim dan hormat semuanya ....
bahkan anak tirinyapun merasakan sebagai anak sendiri dalam asuhannya ...
Muhammad sujadi seorang pria sederhana yang tak pernah neko2 dalam hidupnya ....
Kesederhanaan dan keluguannya menjadikan kekaguman bagi tetangganya terlebih  setelah bisa menghantar semua anak-anaknya hidup dalam kelayakan dalam tataran masyarakat menengah meski hanya bermodalkan kenekatan belaka...
Dimata anak-anaknya muhammad sujadi adalah ibarat pelita dalam kegelapan....ibarat air dalam kekeringan ..... Ibarat kendaraan dalam perjalanan..... Ibarat qompas dalam kebingungan.....
Namun.....3 windu ( 24 tahun ) sudah beliau tiada..... meninggalkan anak-anak² nya ....
Semoga Allloh mengampuni segala dosanya dan ditempatkan pada surgaNya .....Aamiin....Aamiin....

Rabu, 19 Oktober 2016

MUKHASABAH

Negri ini sejak tsunami Aceh seakan bencana selalu silih berganti tak pernah henti sampai saat ini.seakan Alloh marah terhadap bangsa ini..

7.Al-A'rāf : 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
Kenapa Alloh marah..? Padahal negri ini merupakan negri muslim terbesar didunia, masjid-masjid, surau berdiri disetiap Wilayah RT DI Negri ini. Ulama-ulama besar, mubaligh-mubaligh kondang Sangat banyak dinegri ini. Pondok - Pondok pesantren ,dzikir-dzikir akbar selalu digelar Dimana-mana, tapi kenapa seakan semua tak bisa merubah kondisi negri ini..? Bahkan bila dicermati justru semakin parah.
6.Al-An'ām : 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).
Masyarakat negri ini Sangat mudah disulut api kemarahan tidak hanya masalah yang besar saja tapi masalah kecilpun bisa membuat seseorang menghilangkan nyawa orang lain. Terbukti hutang piutang sebanyak 50.000 saja bisa terjadi pembunuhan...Na'udzubillah.
Kenapa semua itu terjadi...? Dan kondisi seperti ini siapa yang bertanggung jawab...?

4.An-Nisā : 79

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
Ternyata situasi seperti ini semua disebabkan oleh kesalahan kita sendiri. Lantas kesalahan apa yang telah kita Lakukan dalam membangun negri. sudah 71 tahun merdeka namun tak kunjung datang keberhasilan negri yang "baldatun thoyyibatun warabbun ghofuur"seperti yang tertera dalam pembukaan undang-undang 1945.
Apa yang telah kita lupakan dengan anugrah Negri ini...

14.Ibrāhim : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
Mungkin inilah yang sudah kita lupakan selama ini. Waktu Negri ini berdiri kita mengakui bahwa kemerdekaan adalah berkat Rahmat  Alloh, tapi dalam perjalanan Waktu kita telah melupakan NYA, dalam membangun negri justru kita dijauhkan dari jalan tuhan, bahkan bila ada yang mendekatinya justru dicurigai. Ini merupakan kesalahan fatal yang kita lakukan. Kita mengakui kemerdekaan pemberian Alloh tapi dalam mengisi kemerdekaan justru meninggalkan NYA.

42.Asy-Syūrā : 20

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.

Bila manusia hidup berorientasi akherat maka nikmat akan selalu be rtambah-tambah tapi sebaliknya bila hidup hanya berorientasi dunia Maka Allloh hanya akan memberi sebagian kecil saja. Ibarat menanam padi ( acherat ) maka rumput ( dunia) pasti mengikuti Nya. Tapi sebaliknya bila kita menanam rumput ( dunia) maka padi ( acherat)  takkan kita dapatkan.
Bila pembangunan negri ini atas dasar pondasi iman ( hati ) maka akan tercipta generasi iman dan taqwa, tapi sebaliknya bila hanya dibangun dengan materi / lahiriyah Maka yang ada cuma generasi 'Abdul butun '
6.Al-An'ām : 153

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
Generasi iman dan taqwa akan berdampak pada negri yang baldatun warabbun ghofur.

7.Al-A'rāf : 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Wallohu a'laam bishshowaf...

Selasa, 18 Oktober 2016

Biografi sujadi II

Di bidang pendidikan anak-anaknya sujadi, pemikirannya selangkah lebih maju dari pada masyarakat sekitarnya, umumnya sudah merasa puas Dan cukup kalau bisa membekali anak-anaknya dengan rumah dan sawah,tapi sujadi berpendapat Membekali anak dengan ilmu itu yang lebih bermanfaat Karena dengan ilmu anak akan bisa beli rumah, sawah bahkan apa saja yang diinginkan, bahkan sujadi punya keyakinan bahwa hanya orang yang berilmulah yang nantinya bisa menjadi orang yang bermartabat
                              58.Al-Mujādalah : 11  ا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Dengan ayat itulah sujadi dengan penuh keyakinan Dan keinginan untuk bisa menyekolahkan anak2 Nya,meskipun ia menyadari bahwa ia tak punya modal apa2,walaupun ia juga menggarap sawah pemberian orang tapi sawah itu bukanlah sawah produktif Karena lokasinya terletak diperbukitan cadas bebatuan, bahkan untuk memenuhi makan keluarga saja tidak cukup apalagi untuk biaya sekolah anak-anaknya.sangat tidak cukup.
Sujadi meyakini segalanya didunia hanyalah pemberian Alloh , manusia hanya berdoa dan usaha selanjutnya tinggal tawakkal 'Al Alloh,
                               3.Āli 'Imrān : 159
ِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
  Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.
Dengan modal keyakinan sujadi membulatkan tekat untuk menyekolahkan anak-anaknya semua.meski harus mengencangkan ikat pinggang dan bekerja keras membanting tulang untuk memenuhi kebutuhannya.disamping secara lahir sujadi juga berusaha secara batin dengan rajin. Sholat jamaah dimasjid tak pernah ia tinggalkan sholat sunnah malam Dilanjutkan dzikir sampai subuh juga tak pernah Di tinggalkan.
Ketaatannya , kerja keras Nya, kesabarannya benar-benar diakui oleh masyarakat sekitar , apalagi anak-anaknya sangat mengamini kalau Sujadi adalah seorang ayah yang benar-benar sabar,tegas,disiplin dan penuh tanggung jawab.
Alloh mengabulkan doa-doa sujadi terbukti meski harus tertatih-tatih dalam membiayai anak-anaknya. pada akhirnya ke. 6 anaknya Semua bisa bekerja ditempat yang layak sesuai dengan ilmu yang dimiliki Nya. Andai sujadi saat ini masih hidup pasti akan melihat bukti kebenaran atas keyakinan yang dimilikinya ." MEMBEKALI ANAK DENGAN ILMU AKAN LEBIH MULIA DARI PADA MEMBEKALI ANAK HANYA DENGAN HARTA "terimakasih bapakku berkat usaha dan doamu anak-anakmu saat ini bisa merasakan nikmatnya hidup layak didunia ini, namun sayang Aku cuma tinggal bisa mengenang jasa-jasamu.semoga Alloh ridlo akan Amaliahmu.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَ ارْحَمْهُ وَ اعْفُ عَنْهُ وَ عَافِهِ وَ اَكْرِمْ نُزُلَهُ وَ وَسّعْ مَدْخَلَهُ وَ اغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَ ثَلْجٍ وَ بَرَدٍ وَ نَقّهِ مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَ اَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَ اَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَ زَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَ قِهِ فِتْنَةَ اْلقَبْرِ وَ عَذَابَ النَّارِ               
                              

biografi sujadi I

Sujadi adalah jelmaan Mardi kecil yang lahir pada tahun 1921 anak dari seorang wanita siti 'Aisah yang bersuamikan dengan laki - laki bernama atmo rejo yang beralamatkan dikaliaren kademangan karangtalun termasuk wilayah kecamatan tanon kawedanan Gemolong kadipaten sukawati sragen. Kaliaren awal mulanya hanyalah padukuhan kecil yang Di tempati oleh seorang punggowo kraton surokarto yang melarikan diri karena membela Saudara perempuannya yang sudah tidak diakuinya sebagai selir sinuhun. Maka hiduplah dua Saudara tersebut didaerah padukuhan Kaliaren. Adapun sujadi merupakan keturunan ke. 7 Dari eyang sawal mantan punggowo kraton tersebut. Dan Merupakan anak ke. 5 Dari 7 ber saudara, Mardi si sujadi kecil sudah menjadi yatim piyatu sejak umur 6 tahun.sudah barang tentu kehidupan sujadi kecil dilaluinya dengan penuh onak dan duri kehidupan.untung saja padukuhan Kaliaren didirikan oleh mantan punggowo kraton yang beragama islam,sehingga nilai sendi-sendi islam begitu nampak Di kehidupan masyarakat tersebut. Karena lingkungan yang sudah agamis Itulah yang menjadikan sujadi kecil tidak terlantar meski sudah menjadi yatim piyatu sejak umur 6 tahun.oleh masyarakat sujadi kecil dititipkan dipondok pesantren wilayah kacangan andong Boyolali untuk belajar mendalami Islam.
Sujadi menikah 2 Kali, pertama tahun 1946 dengan seorang gadis tuminah binti sudarin, menghasilkan 2 anak namun sayang lagi-lagi kehidupan harus mengujinya,karena pada tahun 1950 penyakit pes telah merenggut istri dan anak keduanya, maka mendudalah sujadi pada waktu itu dengan  anak, 1 laki-laki sampai tahun 1953 karena pada tahun itu beliau menikah lagi dengan seorang janda beranak 1 perempuan. Maka diarunginyalah kehidupan ini bersama-sama istri keduanya sampai akhir hayatnya pada 10 Mai 1995.
Sujadi  hidup dalam rumah tangga yang cukup besar yaitu 8 anggota keluarga ,sujadi sendiri selaku kepala keluarga suwarisah selaku istri keduanya, kumaidi anak pertama dari sujadi dan tuminah sedang kamsiyatun anak pertama suwarisah dengan ahmad sukri,sedang perkawinan sujadi dan suwarisah melahirkan anak sajuri,busroni,muslimah dan ahmad baikuni.kehidupan keluarga sujadi termasuk katagori ekonomi pas-pasan,karena sudah menjadi aturan masyarakat kala itu semua peninggalan orang tua merupakan milik dari anak laki-laki yang tertua.termasuk sujadi kala itu tak mempunyai apa-apa dari peninggalan orang tua.kebetulan saja sujadi mendapat hibah tanah sawah dari seseorang dari wilayah kademangan lain yang membeli sawah diwilayah kademangan karangtalun.tapi aturan waktu itu masyarakat yang beli tanah diluar wilayah tidak boleh proses balik nama bisanya harus diberikan pada orang yang sewilayah tanah tersebut,maka sujadi termasuk orang yang dipinjam nama untuk proses balik nama dengan syarat separo dari tanah tersebut menjadi milik sujadi.dan itulah satu-satunya modal dari perekonomian keluarga sujadi.
Sujadi dalam menjalankan bahtera rumah tangganya mengutamakan nilai-nilai islam dalam prilaku kehidupannya.
bahkan sujadi termasuk juru da'wah yang cukup tegas,mengikuti sunnah Nabi memerangi takhayul,khurofat dan bid'ah dimasyarakat,sudah barang tentu sujadi mendapat tantangan dari masyarakat sekitar yang mana masih kenthal budaya syirik dan penyakit TBC.tapi sujadi tak pernah gentar menghadapi semua itu,karena disadarinya bahwa da'wah sejak dulu kala sejak para nabi sudah menjadi sunnatulloh akan mendapatkan tantangan yang cukup dahsyat.