Selasa, 18 Oktober 2016

biografi sujadi I

Sujadi adalah jelmaan Mardi kecil yang lahir pada tahun 1921 anak dari seorang wanita siti 'Aisah yang bersuamikan dengan laki - laki bernama atmo rejo yang beralamatkan dikaliaren kademangan karangtalun termasuk wilayah kecamatan tanon kawedanan Gemolong kadipaten sukawati sragen. Kaliaren awal mulanya hanyalah padukuhan kecil yang Di tempati oleh seorang punggowo kraton surokarto yang melarikan diri karena membela Saudara perempuannya yang sudah tidak diakuinya sebagai selir sinuhun. Maka hiduplah dua Saudara tersebut didaerah padukuhan Kaliaren. Adapun sujadi merupakan keturunan ke. 7 Dari eyang sawal mantan punggowo kraton tersebut. Dan Merupakan anak ke. 5 Dari 7 ber saudara, Mardi si sujadi kecil sudah menjadi yatim piyatu sejak umur 6 tahun.sudah barang tentu kehidupan sujadi kecil dilaluinya dengan penuh onak dan duri kehidupan.untung saja padukuhan Kaliaren didirikan oleh mantan punggowo kraton yang beragama islam,sehingga nilai sendi-sendi islam begitu nampak Di kehidupan masyarakat tersebut. Karena lingkungan yang sudah agamis Itulah yang menjadikan sujadi kecil tidak terlantar meski sudah menjadi yatim piyatu sejak umur 6 tahun.oleh masyarakat sujadi kecil dititipkan dipondok pesantren wilayah kacangan andong Boyolali untuk belajar mendalami Islam.
Sujadi menikah 2 Kali, pertama tahun 1946 dengan seorang gadis tuminah binti sudarin, menghasilkan 2 anak namun sayang lagi-lagi kehidupan harus mengujinya,karena pada tahun 1950 penyakit pes telah merenggut istri dan anak keduanya, maka mendudalah sujadi pada waktu itu dengan  anak, 1 laki-laki sampai tahun 1953 karena pada tahun itu beliau menikah lagi dengan seorang janda beranak 1 perempuan. Maka diarunginyalah kehidupan ini bersama-sama istri keduanya sampai akhir hayatnya pada 10 Mai 1995.
Sujadi  hidup dalam rumah tangga yang cukup besar yaitu 8 anggota keluarga ,sujadi sendiri selaku kepala keluarga suwarisah selaku istri keduanya, kumaidi anak pertama dari sujadi dan tuminah sedang kamsiyatun anak pertama suwarisah dengan ahmad sukri,sedang perkawinan sujadi dan suwarisah melahirkan anak sajuri,busroni,muslimah dan ahmad baikuni.kehidupan keluarga sujadi termasuk katagori ekonomi pas-pasan,karena sudah menjadi aturan masyarakat kala itu semua peninggalan orang tua merupakan milik dari anak laki-laki yang tertua.termasuk sujadi kala itu tak mempunyai apa-apa dari peninggalan orang tua.kebetulan saja sujadi mendapat hibah tanah sawah dari seseorang dari wilayah kademangan lain yang membeli sawah diwilayah kademangan karangtalun.tapi aturan waktu itu masyarakat yang beli tanah diluar wilayah tidak boleh proses balik nama bisanya harus diberikan pada orang yang sewilayah tanah tersebut,maka sujadi termasuk orang yang dipinjam nama untuk proses balik nama dengan syarat separo dari tanah tersebut menjadi milik sujadi.dan itulah satu-satunya modal dari perekonomian keluarga sujadi.
Sujadi dalam menjalankan bahtera rumah tangganya mengutamakan nilai-nilai islam dalam prilaku kehidupannya.
bahkan sujadi termasuk juru da'wah yang cukup tegas,mengikuti sunnah Nabi memerangi takhayul,khurofat dan bid'ah dimasyarakat,sudah barang tentu sujadi mendapat tantangan dari masyarakat sekitar yang mana masih kenthal budaya syirik dan penyakit TBC.tapi sujadi tak pernah gentar menghadapi semua itu,karena disadarinya bahwa da'wah sejak dulu kala sejak para nabi sudah menjadi sunnatulloh akan mendapatkan tantangan yang cukup dahsyat.

1 komentar:

  1. Kerinduanku terhadap sosok sujadi selaku figur orangtua yang disegani anak-anaknya telah mendorongku tuk menulis didalam blog ini.

    BalasHapus