Rabu, 19 Oktober 2016

MUKHASABAH

Negri ini sejak tsunami Aceh seakan bencana selalu silih berganti tak pernah henti sampai saat ini.seakan Alloh marah terhadap bangsa ini..

7.Al-A'rāf : 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
Kenapa Alloh marah..? Padahal negri ini merupakan negri muslim terbesar didunia, masjid-masjid, surau berdiri disetiap Wilayah RT DI Negri ini. Ulama-ulama besar, mubaligh-mubaligh kondang Sangat banyak dinegri ini. Pondok - Pondok pesantren ,dzikir-dzikir akbar selalu digelar Dimana-mana, tapi kenapa seakan semua tak bisa merubah kondisi negri ini..? Bahkan bila dicermati justru semakin parah.
6.Al-An'ām : 65

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).
Masyarakat negri ini Sangat mudah disulut api kemarahan tidak hanya masalah yang besar saja tapi masalah kecilpun bisa membuat seseorang menghilangkan nyawa orang lain. Terbukti hutang piutang sebanyak 50.000 saja bisa terjadi pembunuhan...Na'udzubillah.
Kenapa semua itu terjadi...? Dan kondisi seperti ini siapa yang bertanggung jawab...?

4.An-Nisā : 79

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
Ternyata situasi seperti ini semua disebabkan oleh kesalahan kita sendiri. Lantas kesalahan apa yang telah kita Lakukan dalam membangun negri. sudah 71 tahun merdeka namun tak kunjung datang keberhasilan negri yang "baldatun thoyyibatun warabbun ghofuur"seperti yang tertera dalam pembukaan undang-undang 1945.
Apa yang telah kita lupakan dengan anugrah Negri ini...

14.Ibrāhim : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
Mungkin inilah yang sudah kita lupakan selama ini. Waktu Negri ini berdiri kita mengakui bahwa kemerdekaan adalah berkat Rahmat  Alloh, tapi dalam perjalanan Waktu kita telah melupakan NYA, dalam membangun negri justru kita dijauhkan dari jalan tuhan, bahkan bila ada yang mendekatinya justru dicurigai. Ini merupakan kesalahan fatal yang kita lakukan. Kita mengakui kemerdekaan pemberian Alloh tapi dalam mengisi kemerdekaan justru meninggalkan NYA.

42.Asy-Syūrā : 20

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.

Bila manusia hidup berorientasi akherat maka nikmat akan selalu be rtambah-tambah tapi sebaliknya bila hidup hanya berorientasi dunia Maka Allloh hanya akan memberi sebagian kecil saja. Ibarat menanam padi ( acherat ) maka rumput ( dunia) pasti mengikuti Nya. Tapi sebaliknya bila kita menanam rumput ( dunia) maka padi ( acherat)  takkan kita dapatkan.
Bila pembangunan negri ini atas dasar pondasi iman ( hati ) maka akan tercipta generasi iman dan taqwa, tapi sebaliknya bila hanya dibangun dengan materi / lahiriyah Maka yang ada cuma generasi 'Abdul butun '
6.Al-An'ām : 153

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.
Generasi iman dan taqwa akan berdampak pada negri yang baldatun warabbun ghofur.

7.Al-A'rāf : 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Wallohu a'laam bishshowaf...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar